Semua Usulan Boleh Dipakai Saat Kampanye

Semua Usulan Boleh Dipakai Saat Kampanye

Semua Usulan Boleh Dipakai Saat Kampanye

Semua Usulan Boleh Dipakai Saat Kampanye, – Pasangan calon wakil kota (Cawali) dan wakil wali kota (Cawawali) yang diusung PDIP di Pilkada Solo 2020, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa, hingga kini belum menentukan akan memakai singkatan nama apa untuk memudahkan saat kampanye.

Menurut Teguh, semua usulan dari masyarakat terkait singkatan nama mereka boleh dipakai selama kampanye.

Semua singkatan nama Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa usulan dari masyarakat diapresiasi dan dibolehkan dipakai selama kampanye Pilkada Solo. Pernyataan itu disampaikan Gibran-Teguh saat diwawancarai wartawan di Serengan, Selasa.

“Kan sudah banyak sekali, ada GT Mantap, ada Gi-Ta, Giat, banyak sekali. Yang mana? Itu semua kami pakai karena kreasi anak-anak muda semua. Kami hormati kreasi mereka. Yang penting tujuannya kan sama,” tutur Teguh di Serengan, Selasa, 18 Agustus 2020.

Hal senada disampaikan Gibran kepada awak media. Kalau pada akhirnya singkatan nama Gibran-Teguh saat kampanye Pilkada Solo berbeda antarkelurahan/kecamatan, menurutnya tidak masalah. Yang terpenting masyarakat kenal dengan Gibran-Teguh.

Penuturan senada disampaikan Gibran kepada awak media. Kalau pada akhirnya singkatan nama Gibran-Teguh saat kampanye Pilkada Solo berbeda antarkelurahan/kecamatan, menurut dia tidak masalah. Yang terpenting masyarakat kenal dengan Gibran-Teguh.

“Panggilannya beda-beda ya ndak apa-apa. Kan sudah dikenal sebagai Gibran-Teguh,” ungkap Gibran. Menurut dia, setiap usulan singkatan nama mempunyai makna positif tersendiri. Dia mengapresiasi usulan dari para kader.

Pakaian Seragam Khusus

Selain belum adanya singkatan nama resmi, Gibran-Teguh ternyata juga belum mempunyai seragam (sarimbit) khusus untuk Pilkada Solo 9 Desember nanti. Kemeja bergambar gapura Pasar Klewer yang dipakai jelang Idul Adha 2020 tak pernah dipakai lagi.

Gibran beralasan dirinya dan Teguh banyak mendapat sumbangan pakaian dan kaus hasil kreativitas warga Solo. “Seragam ya nanti sambil jalan lah. Tapi yang perlu dicatat di tiap wilayah kami dikasih kaus-baju juga,” kata dia.

Berbeda dengan sang ayah, Joko Widodo (Jokowi) yang selalu mempunyai baju seragam dengan pasangannya di tiap pilkada, Gibran masih mencari celah kekompakan busana/pakaian dengan pasangannya yang lebih senior.

Gibran yang kini berusia 33 tahun selalu menonjol dengan berbagai gaya pakaian anak muda. Sedangkan Teguh selama ini lebih banyak mengenakan pakaian formal lantaran statusnya sebagai anggota DPRD Solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *