Ridwan Kamil Siap Tampung Relokasi Investasi yang Cabut dari China

Ridwan Kamil Siap Tampung Relokasi Investasi yang Cabut dari China

Ridwan Kamil Siap Tampung Relokasi Investasi yang Cabut dari China

Ridwan Kamil Siap Tampung Relokasi Investasi yang Cabut dari China- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengatur strategi datangnya peluang investasi ke Indonesia.

Satgas khusus ini ditujukan untuk ‘menjemput bola’ dalam hal ini perusahaan yang akan memberikan investasi, agar tertarik masuk dan berinvestasi ke Indonesia.

”Saya buat Satgas di bawah pimpinan saya langsung,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi. Tim Satgas tersebut memiliki tiga tugas khusus.

Pertama, mendeteksi perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi. Kedua, mengecek kemudahan-kemudahan yang diberikan negara-negara lain. Ketiga, memberi kewenangan kepada mereka untuk membuat keputusan dalam bernegosiasi.

Seperti diketahui, agen 368bet  pandemi COVID-19 telah mengganggu rantai pasokan global yang dalam dua dekade terakhir berpusat di China. Hal itu membuat negara produsen seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang berencana merelokasi rantai pasoknya dari negeri tirai bambu tersebut.

Fenomena ini menjadi angin segar bagi peluang investasi dalam negeri karena AS dan Jepang berencana merelokasi investasinya dari China ke negara lain di Asia Tenggara.

Menyambut baik upaya yang dilakukan BKPM ini. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menegaskan, Jawa Barat siap menampung relokasi investasi dari China maupun berbagai investasi baru.

Provinsi Jawa Barat dipadati oleh kawasan industri. Terdapat lebih dari 20 kawasan industri yang berlokasi di Jawa Barat dengan luas lahan yang tergolong besar dibandingkan kawasan industri di daerah lain.

Bahkan kawasan industri yang tergolong terbesar di Asia Tenggara berada di Jawa Barat, yakni kawasan industri Karawang, Bekasi, dan Cikarang.

Sejak tahun lalu, Provinsi Jawa Barat sudah mengincar peluang investasi dengan maraknya relokasi investasi dari China. Pada acara West Java Investment Summit 2019 pada Oktober tahun lalu, sebanyak 26 memoramdum of understanding (MoU) diteken antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek investasi di Jawa Barat.

Tetapi, dengan adanya COVID-19, industri di Jawa Barat mengalami penurunan. “Sektor jasa mengalami penurunan mencapai 4,8%, dan sektor industri manufaktur menurun 4,2% akibat pandemi COVID-19,” kata Emil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *