RI Buka Peluang Ekspor Alkes di Tengah Corona

RI Buka Peluang Ekspor Alkes di Tengah Corona

RI Buka Peluang Ekspor Alkes di Tengah Corona

RI Buka Peluang Ekspor Alkes di Tengah Corona – Pada tanggal 18 Maret, Kementerian Perdagangan (Kementerian) baru saja mengeluarkan peraturan yang melarang ekspor peralatan medis (obat-obatan). Aturan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Peraturan) No. 23 tahun 2020 tentang larangan sementara ekspor masker antiseptik, bahan baku, peralatan pelindung dan masker. Aturan yang berlaku pada 30 Juni 2020

Namun, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, penawaran pemerintah mengekspor peluang, terutama pasokan medis ke negara-negara yang menjadi anggota dari organisasi G20. Ini adalah komitmen itu, dalam mengelola pandemi virus antaranegara Corona (COVID-19).

“Ini adalah cara bagaimana Indonesia di bawah Presiden Jokowi untuk ketegasan yang jelas, juga dengan negara-negara lain yang tergabung dalam G-20 untuk memberikan solidaritas dalam menangani COVID-19,” kata Jerry dalam diskusi online P2N NU Senin (18/5/2020).

Namun, Jerru mengatakan dalam membuka peluang ekspor, pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan orang-orang pertama.

“Tentu saja, kami juga terus juga untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan, dengan pengertian bahwa kita ekspor lebih dari kita impor. Dan tetap dilakukan oleh rekan-rekan lainnya untuk terus memberikan prioritas terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Jerry.

Dia mengatakan ekspor Alkes ini dilakukan dengan proses seleksi yang ketat. Dalam proses ini, pemerintah akan melihat produk apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Alkes impor dan ekspor, kita lakukan sangat, sangat selektif. Karena prioritas menjadi titik sentral adalah orang-orang dari Indonesia untuk pertama kalinya. Di sana mereka bertemu untuk pertama kalinya. Ini harus dijawab, dialihkan, dijaga , selesai sebelum ekspor ke luar negeri, “kata Jerry.

Untuk informasi, pemerintah melarang ekspor Regulasi tentang produk antiseptik, baku masker bahan, peralatan pelindung dan masker Judi Casino Online Android.

Bagi perusahaan yang menyalahgunakan dan masih ekspor di atas, ditetapkan bahwa undang-undang sanksi yang tepat, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan. Hukuman lebih berat bagi eksportir yang melanggar aturan kurungan di penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

“Pada pukul 8 malam, ditutup. Ini terbuka di 8:00. Kami mengantisipasi ekor tapi tidak banyak,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *