Pengamat: Reshuffle Kabinet Perlambat Kerja Jokowi Bila Hasil Intervensi Parpol

Pengamat: Reshuffle Kabinet Perlambat Kerja Jokowi Bila Hasil Intervensi Parpol

Pengamat: Reshuffle Kabinet Perlambat Kerja Jokowi Bila Hasil Intervensi Parpol

Pengamat: Reshuffle Kabinet Perlambat Kerja Jokowi Bila Hasil Intervensi Parpol – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, membuka suara soal isu reshuffle kabinet.

Menurut Pangi, hal tersebut justru dapat memperlambat akselarasi kerja Jokowi bila tak cermat.

“Jokowi disibukkan dengan reshuffle berkali-kali, akibat salah memilih pembantunya. Gonta-ganti menteri berkali kali juga dapat memperlambat akselarasi kerja kementerian itu sendiri, menteri baru harus beradaptasi kembali dan memulai dari nol lagi,” ungkap Analis Politik.

Lanjut dia, bila Jokowi melakukan reshuffle lantaran letupan politik. Dia percaya, berapa kali pun reshuffle, hasilnya akan tetap sama.

“Dua kali sampai sepuluh kali pun tidak akan efisien korelasi linear terhadap kinerja, selama reshuffle berbasis politik semata. Hal tersebut juga sekarang mulai terungkap dan terkonfirmasi, banyak menteri nampaknya tidak mampu mengimbangi ritme kerja presiden,” kritik dia.

Pangi mengendus, intervensi parpol dalam penyusunan kabinet dan reshuffle cukup kuat. Padahal, tindakan tersebut akan mereduksi kekuasaan presiden (hak prerogatif).

“Saya pikir kemarahan Jokowi kemarin akibat presiden salah menempatkan pembantunya, presidenvtidak menjalankan hak prerogatif secara maksimal, tidak menempatkan menteri berdasarkan basis the right man on the right place,” yakin Pangi.

Ancaman Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet di tengah pandemi Corona. Hal itu disampaikan Jokowi di hadapan seluruh menteri dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.

Masih dengan nada tinggi, Jokowi menyatakan akan mengambil langkah tegas bagi menterinya yang tak bekerja maksimal di masa pandemi Corona. Misalnya, melakukan reshuffle kabinet atau membubarkan lembaga.

Dia mengaku telah memikirkan langkah-langkah tersebut. Menurut dia, diperlukan langkah extraordinary atau luar biasa untuk menghadapi krisis saat ini.

“Langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara,” jelasnya.

“Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya,” sambung Jokowi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *