PDIP Hanya Absen pada 8 Pilkada Serentak 2020

PDIP Hanya Absen pada 8 Pilkada Serentak 2020

PDIP Hanya Absen pada 8 Pilkada Serentak 2020

PDIP Hanya Absen pada 8 Pilkada Serentak 2020, – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya absen di delapan daerah dalam Pilkada Serentak 2020. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa PDIP absen di 14 daerah di Pilkada tahun ini.

“Tepatnya itu kita hanya absen di 8 daerah,” kata Hasto seusai pembukaan Sekolah Partai untuk para calon kepala daerah gelombang tiga secara virtual, Minggu.

Dia merinci, delapan daerah tersebut adalah Kota Cilegon, Kota Poso, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Maros, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Agam, dan Kota Bukit Tinggi.

“Absennya PDIP di sejumlah daerah itu adalah hal yang biasa, di tiap daerah, ada kondisi dan situasi yang mempengaruhi,” jelasnya.

Semisal di Kota Cilegon, Banten, lanjut Hasto, PDIP hanya memiliki 4 kursi DPRD sehingga tak mengusung calon sendiri. Selain Cilegon, Di Poso, PDIP juga hanya memiliki 3 kursi DPRD, dan kasusnya hampir sama seperti Cilegon.

Delapan daerah itu yakni Kota Cilegon, Kota Poso, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Maros, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Agam, dan Kota Bukit Tinggi.

Menurut Hasto, absennya PDIP di delapan daerah tersebut merupakan hal biasa. Dia menyebut ada kondisi dan situasi yang mempengaruhi hingga akhirnya partai berlambang banteng moncong putih itu absen.

Misalnya di Kota Cilegon, kata Hasto, PDIP hanya memiliki empat kursi di DPRD sehingga tidak bisa mengusung calon sendiri.

Saat akan membangun kerja sama dengan partai politik lain, lanjut Hasto, PDIP juga belum memenuhi syarat.

“Kota Cilegon, ya karena realitas politik seperti itu, PDI Perjuangan menerima. Yang penting proses konsolidasi terus berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut http://ratutogel.com/, Hasto menyampaikan bahwa PDIP tetap mengikuti konstitusi dan aturan yang berlaku terkait Pilkada ini. Karenanya, kata Hasto, pihaknya tak mempermasalahkan ketika mesti absen mengusung calon di delapan daerah.

“Jadi, memang secara konstitusi, karena tidak punya kursi, kita tidak maju. Caranya bagaimana? Partai bekerja keras supaya nanti ke depan kita punya kursi. Jadi, pemilukada ini bukan hal yang kemudian menciptakan persoalan-persoalan konflik sosial,” tuturnya.

Sebagai informasi, Pilkada serentak tahun 2020 ini dijadwalkan akan digelar 9 desember mendatang. Masa pendaftaran sudah dilalui yaitu 4-6 September 2020. Selanjutnya akan dilakukan penetapan calon pada 23 September mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *