Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar dari Merger Bank Syariah

Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar dari Merger Bank Syariah

Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar dari Merger Bank Syariah

Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar dari Merger Bank Syariah, – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) akan menjadi pemegang saham terbesar dari bank syariah BUMN hasil merger. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu akan mengantongi saham sebesar 51,2 persen.

Disusul pemegang saham syariah terbesar kedua adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan porsi 25 persen. Dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,4 persen. Sisanya ajan diiliki Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI – Saham Syariah sebesar 2 persen dan saham yang terdilusi menjadi 4,4 persen.

“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action. Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar,” kata Hery Gunardi. Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Rabu.

Melansir http://poker88asia.info/, Dia mengatakan seluruh proses dan tahapan-tahapan setelah ringkasan rencana merger tersebut akan terus dikawal hingga integrasi ketiga bank peserta penggabungannya tuntas.

“Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger. Tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak. Dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Akan tetap menjadi perusahaan tercatat dengan kode saham BRIS

Dia mengatakan dokumen ringkasan rencana merger PT BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah telah disampaikan kepada seluruh regulator terkait baik regulator pasar modal dan perbankan. Menurut dia, nantinya Bank hasil merger ini akan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS.

“Tahapan dan proses-proses selanjutnya akan sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Masih ada tahapan untuk menuntaskan proses merger

Sementara, Direktur Utama BRI Syariah, Ngatari menambahkan bahwa masih ada sejumlah tahapan sampai tuntasnya penggabungan ini. Proses merger ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2021 mendatang.

“Masih ada serangkaian proses dan milestone yang harus dilalui dan kami pastikan semuanya dilakukan dengan saksama, sesuai dengan regulasi, dan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Kami juga memastikan kepada para nasabah bahwa layanan tetap berjalan normal dan optimal,” ujar Ngatari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *