Ketua MPR Akui Pandemi COVID-19 Bikin Melek Teknologi

Ketua MPR Akui Pandemi COVID-19 Bikin Melek Teknologi

Ketua MPR Akui Pandemi COVID-19 Bikin Melek Teknologi

Ketua MPR Akui Pandemi COVID-19 Bikin Melek Teknologi – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) nge-vlog bareng Deddy Corbuzier. Keduanya bikin konten soal kebangsaan dan Empat Pilar MPR RI.

Bamsoet menilai Deddy Corbuzier sangat cepat melihat potensi YouTube sebagai media yang akan menjadi arus utama bagi masyarakat mencari informasi dan pengetahuan.

“Tak salah jika banyak yang belajar kepada dirinya. Apalagi untuk urusan konten podcast yang menghadirkan perbincangan one on one, Deddy termasuk juaranya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya.

Mantan Ketua DPR RI ini mengakui pandemi COVID-19 telah membuat dirinya menjadi semakin melek teknologi informasi. Kewajiban menjalankan physical dan sosial distancing justru melahirkan kreativitas baru dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

Selain secara virtual melalui video conference, juga melalui konten video di YouTube berkolaborasi dengan para ‘tokoh YouTube’ seperti Raffi Ahmad, Jessicca Iskandar, Baim Wong, Atta Halilintar, Irfan Hakim, hingga Deddy Corbuzier.

Mantan Ketau MPR Nge-Vlog

“Pandemi COVID-19 juga lah yang membuat bangsa kita tersadar tentang pentingnya mendahulukan kedaulatan dan kepentingan nasional.

Para importir pun tersadar bahwa mengandalkan bisnis impor tak lagi menjadi jaminan mendapatkan keuntungan, lebih baik mengandalkan produktivitas dalam negeri,” ujarnya.

“Dari hal yang paling kecil misalnya, sudah menjadi rahasia umum kalau para pelaku industri pariwisata kerap kali mengistimewakan turis asing dibanding turis domestik.

Karena pandemi COVID-19, mereka tersadar bahwa justru turis domestik, sesama saudara sebangsa lah yang menyelamatkan kehidupan perekonomian,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan dari mulai barang konsumsi, alutista, hingga penunjang alat kesehatan sudah dilarang impor oleh Presiden Joko Widodo.

Program Food Estate dengan membuka lahan pertanian seluas 165.000 hektar di Kalimantan Tengah pun kembali digalakan, sehingga ke depan bisa mencukupi kebutuhan pangan 265 juta jiwa penduduk Indonesia, tak perlu lagi bergantung pada impor.

Salah satu hal yang membuat Tiongkok bisa menjadi raksasa ekonomi dan politik adalah karena sejak dahulu mereka mementingkan kedaulatan negaranya.

Dari mulai berbagai kebutuhan pokok hingga alutista. Bahkan, kebutuhan entertainment seperti media sosial, semuanya hasil karya dalam negeri,” ujar Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *