Jepang & China Memanas, Ini Awal Kisahnya

Jepang & China Memanas, Ini Awal Kisahnya

Jepang & China Memanas, Ini Awal Kisahnya

Jepang & China Memanas, Ini Awal Kisahnya – Setelah Amerika Serikat dan India, kini China juga besitegang dengan negara tetangganya yaitu Jepang.

Kedua negara bersitegang mengenai pulau sengketa senkaku (nama dari jepang) dan Diaoyu (nama dari china).

Pulau tak berpenghuni itu berada di Kepulauan Pinnacle, yang saat ini berada di wilayah administrasi Jepang. Pulau ini juga di klaim oleh China sebagai bagian dari Kecamatan Toucheng, Kabupaten Yilan.

Ketegangan terjadi sudah lama, Tetapi kembali memanas di 2012 lalu. Pada tahun itu, Jepang atas inisiatif Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara, menasionalisasi pulau-pulau yang dimiliki swasta untuk menghentikan penjualan.

Ishihara terkenal sebagai gubernur nasionalis garis keras yang ingin dapat mengembangkan pulau-pulau itu. Peristiwa ini yang mulai memanas ketegangan antara pemerintah China dan Jepang. IDN Poker Deposit Pulsa

Rencana ini memicu protes besar dan sangat tidak biasa di China. Demonstrasi berubah menjadi kekerasan.

Para demonstrans melemparkan puing-puing ke Kedutaan Besar Jepang di Beijing, menggeledah toko dan restoran Jepang dan merusak mobil dari Jepang. Bahkan ada seorang pria China dipukul hingga koma oleh rekan-rekannya hanya karena ia mengendarai Toyota Corolla yang berasal dari Jepang.

Ketegangan kembali meningkat di 2020 ini. Hal itu terjadi saat Jepang melalui Majelis Kota Ishigaki di prefektur Okinawa hendak mengesahkan undang-undang yang mengubah nama wilayah administrasi Tonoshiro menjadi Tonoshiro Senkaku.

Langkah ini diambil sebab kerap terjadi kesalahan area, mengingat Jepang memiliki dua daerah dengan nama Tonoshiro. Perubahan nama ini berlaku 1 Oktober.

Kementerian Luar Negeri China sempat memperingatkan perubahan status quo di kepulauan itu pada JumatĀ  lalu. “Kami meminta Jepang untuk mematuhi semangat konsensus empat prinsip, menghindari menciptakan insiden baru pada masalah Kepulauan Diaoyu dan mengambil tindakan praktis untuk menjaga stabilitas situasi Laut Cina Timur,” kata pernyataan China.

China bahkan sempat mengintensifkan pengawasan di pulau sengketa ini sejak 14 April. Kapal penjaga pantai China sering memasuki area itu dan membuat Jepang menyampaikan nota keberatan.

Bahkan pada hari yang sama pengesahan UU itu, yaitu Senin , Nampak empat kapal China berada di sekitar pulau-pulau yang disengketakan. Menandai 70 hari berturut-turut hadirnya armada China di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *