Fraksi Gerindra DPRD Walkout Tolak Usulan APBD DKI 2021

Fraksi Gerindra DPRD Walkout Tolak Usulan APBD DKI 2021

Fraksi Gerindra DPRD Walkout Tolak Usulan APBD DKI 2021

Fraksi Gerindra DPRD Walkout Tolak Usulan APBD DKI 2021 – Fraksi Partai Gerindra di Komisi C DPRD sesudah disetujui Pemerintah DKI Jakarta mengenai pagu indikatif Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD DKI 2021 sejumlah Rp66,9 Triliun.

Aksi walkout pertama dilakukan anggota Gerindra S Andyka. “Saya melihat pembahasan ini masih sama dengan pembahasan sebelumnya, eksekutif belum menyetujui pagu yang sudah mendapat komisi C. Saya meminta izin untuk ke luar dari ruangan,” pungkasnya dalam rapat, Rabu 24 Juni 2020.

Kemudian Andika berjalan ke luar meninggalkan ruangan Komisi C bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Walkout kemudian diikuti juga oleh anggota fraksi Gerindra lainnya Zuhdi Mahmudi dan Esti Arimi Putri. Sama dengan Andyka sesudah mengkritik keputusan APBD DKI dua anggota Fraksi Gerindra yang juga memutuskan untuk kembali ke rapat komisi C.

Andyka menghargai pagu indikatif APBD DKI 2020 sebesar Rp66,9 triliun masih bisa ditingkatkan lagi, terutama di bidang pengelolaan aset. Menurut dia, potensi pendapatan di sektor aset DKI masih belum maksimal sehingga masih bisa digali lagi untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Selain itu, kata Andyka, juga ada pendapatan sektor dari laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang masih bisa dinaikan lagi untuk menambah pendapatan daerah. “Potensi dari BUMD untuk meningkatkan pendapatan masih terbuka,” jelasnya.

Sementara fraksi lain juga menyampaikan setuju atas persetujuan tersebut. Komisi Umum C umumnya tidak disetujui dengan disetujui pagu indikatif APDB 2021 Rp66,9 triliun. Dewan setuju DKI untuk menaikkan menjadi Rp 72 Triliun. Penolakan itu dilanjutkan dengan rapat diskor sampai satu minggu ke depan.

Wakil Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Tri Indrawan menyampaikan akan meminta mengkoreksi kembali pagu indikatif APBD DKI 2021. Memerlukan, lihat potensi peningkatan yang akan terus terjadi di masa mendatang PSBB Transisi hingga New Normal mendatang.

“Jadi kami akan terus memperbaiki soal penghitungan ini, saya akan sampaikan ke kepala Bappeda karena memang pembahasan masih akan terus berkembang. Seminggu ini bisa saja ada perubahan angka-angka masih mungkin terjadi, karena sektor ekonomi juga sudah mulai bangkit, ”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *