Ekonomi Indonesia Lebih Baik di ASEAN

Ekonomi Indonesia Lebih Baik di ASEAN

Ekonomi Indonesia Lebih Baik di ASEAN

Ekonomi Indonesia Lebih Baik di ASEAN, – Bulan Oktober yang lalu International Monetary Fund (IMF) mengumumkan penurunan kisaran angka pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 nanti. Seperti yang diberitakan Suara, IMF menurunkan kisaran angka sebesar 0,1 poin menjadi 3,4 persen pada tahun depan.

Bukan tanpa alasan lembaga PBB ini menurunkan perkiraan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Sejumlah faktor penyebab penurunan dikemukakan IMF, mulai dari perang dagang Amerika Serikat-China, Brexit, hingga krisis-krisis geopolitik lainnya.

Kalau IMF aja udah menyebut angka pertumbuhan ekonomi dunia turun pada tahun 2020, gimana dengan Indonesia? Meskipun lembaga internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,1 persen, Pemerintah Indonesia lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan angka pertumbuhan sebesar 5,3 persen.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, meskipun Indonesia telah masuk ke dalam jurang resesi, namun pertumbuhan ekonominya masih lebih baik jika dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.

Setidaknya http://downloadjoker123.org/ merangkum, kata Suharso, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 masih tumbuh positif meskipun minus 3,49 persen. Angka itu jauh lebih baik jika dibandingkan pada triwulan II 2020 yang minus 5,32 persen.

“Dengan adanya kenaikan Q to Q sekitar 5 persen tadi menunjukkan bahwa proses adaptasi dari ekonomi Indonesia dalam keadaan pandemik ini baik. Mungkin rata-rata di atas negara lain, termasuk di ASEAN,” kata Suharso melalui keterangan pers di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV kembali membaik

Suharso mengklaim masih adanya sentimen positif itu menandakan kebijakan yang diambil pemerintah sangat adaptif terhadap perkembangan kondisi saat ini.

Pemerintah juga, kata dia, secara tegas masih tetap melakukan keseimbangan, antara kesehatan dan ekonomi di tengah ketidakpastian kapan pandemik COVID-19 berakhir. Ia berharap agar ekonomi Indonesia pada triwulan IV ditutup dengan angka positif.

“Maka kita bisa menutup akhir tahun ini dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, yang setidak-tidaknya bisa mendekati 0 atau bahkan beberapa dot di atas angka 0. Itu harapan yang bisa kita lihat, karena Q2 ke Q3 tumbuh 5 persen,” ujar dia.

Singapura lebih dulu masuk jurang resesi ketimbang Indonesia

Selain Indonesia, negara lain di kawasan ASEAN yang lebih dulu mengumumkan resesi adalah Singapura. Pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi negeri Singa itu tercatat minus 41,2 persen. Kemudian pada triwulan III terjadi perbaikan meski minus 7 persen.

Kendati, ada beberapa negara yang berhasil melakukan pemulihan hingga konsisten tumbuh positif. Misalnya, Vietnam pada triwulan III 2020 tumbuh 2,6 persen, lebih baik dibanding triwulan II yang sebesar 0,4 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *