DPR Sarankan Bansos Sembako Diubah Jadi Uang Tunai

DPR Sarankan Bansos Sembako Diubah Jadi Uang Tunai

DPR Sarankan Bansos Sembako Diubah Jadi Uang Tunai

DPR Sarankan Bansos Sembako Diubah Jadi Uang Tunai, – Belajar dari krisis 1998 dan 2008, anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyarankan agar Pemerintah segera mengubah model penyaluran bantuan sosial (bansos). Untuk masyarakat dalam masa pandemi Covid-19 dari bantuan berbentuk sembako menjadi bantuan tunai. Sebab menurutnya bantuan tunai dapat mendorong pergerakan ekonomi rakyat.

Andre mengatakan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan aktivitas konsumsi masyarakat menjadi penyelamat ekonomi di tengah krisis. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat harus dilakukan. Salah satunya dengan mengubah bantuan dalam bentuk sembako menjadi bantuan tunai.

Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid menilai bantuan sembako sebaiknya diubah ke dalam bentuk tunai. Hal itu untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di masyarakat lokal secara langsung.

Menurut dia, bantuan sembako tidak terlalu efektif dalam mendorong daya beli sehingga tidak terjadi transaksi ekonomi di masyarakat.

“Sebagian penjual toko kelontong mengeluhkan tidak laku karena warga mempunyai stok sembako yang melimpah dari bantuan pemerintah yang didrop langsung dari para rekanan mereka dan diambil dari pusat grosir besar, yang terhubung dengan modal berputar di kota maupun impor dari luar Indonesia,” katanya seperti dilansir dari https://andersonplanes.com/, Minggu.

Lanjut Andre, dengan memberikan bantuan tunai akan tercipta multiplier effect. Bantuan tersebut akan dibelikan barang-barang konsumsi, seperti sembako di pasar, warung tetangga, atau UMKM. “Bila Pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk sembako, ekonomi hanya berputar di Bulog, pengusaha besar, atau pabrik-pabrik. Efek multiplier-nya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat kita. Akan tetapi, bila diberikan tunai kepada rakyat, UMKM kita bisa hidup,” terang politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Kemensos diminta percepat penyaluran bansos

Dia berharap penyaluran bantuan sosial Kementerian Sosial dipercepat guna mendorong konsumsi dan mengantisipasi dampak resesi yang dinilai sudah dekat.

“Agar Kemensos semakin mempercepat penyaluran bansos tidak hanya dalam bentuk sembako, tapi diutamakan secara tunai agar roda ekonomi dapat berputar mengatasi resesi,” kata Hidayat.

Bansos tunai bisa menghindari ancaman resesi

Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, hal itu diperlukan untuk mendorong konsumsi masyarakat di kuartal III. Hal itu untuk menghindari ancaman resesi dan dampak buruk yang bisa berkepanjangan.

Ia mengingatkan konsumsi masyarakat pada kuartal II-2020 terkontraksi 5,51 persen termasuk untuk pengeluaran harian seperti makanan dan minuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *