Dolar AS Jangan Lebih dari Rp 15.000 di Akhir Tahun

Dolar AS Jangan Lebih dari Rp 15.000 di Akhir Tahun

Dolar AS Jangan Lebih dari Rp 15.000 di Akhir Tahun

Dolar AS Jangan Lebih dari Rp 15.000 di Akhir Tahun – rupee memukul dolar rawan. Coin Paman Sam naik ke level Rp 16.000.

Bank Indonesia (BI) menyebut gerakan ini dari nilai tukar karena mekanisme pasar murni, fundamental dan faktor teknis terjadi.

Jadi, jika Anda dapat bertahan hidup di tingkat kurs Rp 15.000 per dolar pada akhir tahun?

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan angka Rp 15.000 bukanlah tujuan dari bank sentral Main Casino Tanpa Deposit.

“BI tidak pernah membahas nilai tukar. Nilai tukar bekerja sesuai dengan mekanisme pasar dan tentu saja dipengaruhi oleh dua faktor utama,” kata Perry dalam konferensi video di Jakarta, Rabu (2020/04/22 ).

Dia mengatakan faktor yang mempengaruhi adalah fundamental dan teknis. “Sebelumnya saya dijelaskan rupee sekarang undervalued. Mengapa undervalued bila diukur kritis. Dengan inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan hampir habis. Ini harus diperkuat,” katanya.

Perry mengatakan pergerakan nilai tukar Rp 15.500 faktor teknis semata karena premi risiko tinggi karena ketidakpastian di pasar keuangan global dan domestik.

Selain itu, faktor teknis, seperti turunnya harga minyak dunia, perselisihan antara Arab Saudi dan Rusia yang belum selesai sampai geopolitik juga memengaruhi semenanjung Korea.

Tidak hanya faktor negatif, ada juga faktor positif yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Misalnya, dari sisi global yang ada rencana untuk membuka kunci di sejumlah kota di negara lain.

Kemudian, dari sisi domestik, pelaksanaan pembatasan sosial skala besar (PSBB) setuju juga mempengaruhi kepercayaan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *