DKI Evaluasi Syarat Usia PPDB Jakarta

DKI Evaluasi Syarat Usia PPDB Jakarta

DKI Evaluasi Syarat Usia PPDB Jakarta

DKI Evaluasi Syarat Usia PPDB Jakarta – DPRD DKI Jakarta akan mengevaluasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkaiy aturan kriteria usia pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020.

Syarat usia PPDB Jakarta menjadi polemik setelah mendapat penolakan dari sejumlah orang tua siswa.

“Insyaallah saya akan hadir dalam hal tersebut. Karena saya juga merasakan apa yang ibu-ibu dan bapak-bapak rasakan. Bagaimanapun saya juga orang yang juga masih punya anak usia sekolah,” pungkas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, seperti dikutip dari situs resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu

Kemarin, Beberapa orang tua siswa dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (GEPRAK) melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota dan Kantor DPRD DKI Jakarta.

DPRD juga sudah menerima perwakilan para orang tua siswa dan menyerap aspirasi mereka.

Koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta Zita Anjani juga mengatakan bahwa rapat kerja dengan Dinas Pendidikan nanti juga akan menyertakan perwakilan GEPRAK.

Ia menargetkan rapat kerja itu akan menghasilkan suatu kebijakan.

“Kami akan carikan solusinya besok, karena tanggal 25 itu sudah terakhir (PPDB) zonasi. Kita enggak mau sampai anak-anak Jakarta yang sudah capek-capek belajar itu tertolak karena usia,” Paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana sebelumnya menerangkan, aturan terkait kriteria usia ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di jalur zonasi karena tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu.

Dari aturan tersebut, Pemprov DKI mengklaim berusaha membantu warga miskin mendapat kesempatan sama dengan yang mampu dalam hal pendidikan.

Aturan soal penerimaan siswa berdasarkan kriteria usia tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Salah satu poin dalam surat keputusan tersebut yaitu mengenai proses seleksi melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi.

Dalam hal jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam zonasi ataupun afirmasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *