Di Depan Menteri Buruh G20, Menaker Sarankan 3 Hal Hadapi COVID-19

Di Depan Menteri Buruh G20, Menaker Sarankan 3 Hal Hadapi COVID-19

Di Depan Menteri Buruh G20, Menaker Sarankan 3 Hal Hadapi COVID-19

Di Depan Menteri Buruh G20, Menaker Sarankan 3 Hal Hadapi COVID-19 – Menteri Tenaga Kerja (MOM), Ida Fauziyah, mengadakan pertemuan luar biasa dengan menteri Tenaga Kerja dan Pekerjaan dari Negara Anggota dari komitmen Grup G-20 dan G-20. Pertemuan dalam rangka untuk mengatasi wabah pandemi COVID-19.

anggota forum G-20, Ida menyarankan tiga hal. Pertama, menekankan pentingnya solidaritas global dan itikad baik untuk bangkit setelah pandemi dan reorganisasi kehidupan ekonomi dan sosial terbaik, terutama di bidang ketenagakerjaan. Kedua, jangka panjang sebagai akibat dari dampak fokus pandemi pada pemulihan jangka menengah dan rencana pemulihan.

“Ketiga, mengutamakan kekuatan dan stabilitas pasar domestik dan global,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (2020/04/23).

Menurut dia, Indonesia, bersama dengan lebih dari 200 negara dalam perang global melawan pandemi COVID-19, yang berdampak pada kehidupan manusia. Hari ini, lebih dari 2 juta pekerja baik di sektor formal dan informal di Indonesia telah terpengaruh selama pandemi ini.

“Di Indonesia, telah dikonfirmasi hampir 7.775.000 kasus COVID-19, yang sekarang telah dilaporkan ke WHO, lebih dari 647 orang meninggal dan 960 orang sembuh,” katanya.

COVID-19 di pandemi, Ida menjelaskan Pemerintah Indonesia di bidang pekerjaan telah mengambil serangkaian langkah-langkah atau tindakan untuk orang-orang mereka. Salah satunya adalah untuk mengoptimalkan Program Pre-Employment kartu aplikasi (Kartu Pra-Pekerjaan) khusus untuk pekerja pensiun melalui pelatihan dan dukungan keuangan.

“Kemudian memberikan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas masyarakat yang terkena dampak serta mengoptimalkan fungsi Response Program Career Center (BLK) Pelatihan BLK melalui COVID-19 untuk mengurangi dampak insentif pandemi “tambahnya sambil menjelaskan cara daftar sbobet.

Selain itu, pemerintah juga telah membuat pengembangan program masifikasi dan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya dan kewirausahaan dari pekerja yang terkena, pekerja, buruh migran Indonesia dipulangkan, dan karyawan UKM potensial migran; serta pendekatan penting lainnya.

“Kami berharap bahwa strategi ini benar-benar dapat memberikan dampak positif pada upaya pemulihan pasar tenaga kerja,” katanya.

Secara nasional, lanjut dia, pemerintah Indonesia telah mulai memberikan stimulus keuangan untuk sektor kesehatan, jaminan sosial, insentif pajak, termasuk restrukturisasi kredit dan pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah.

“Sudah saatnya bagi kita semua untuk menciptakan momentum politik dan mencapai hasil nyata dalam rangka untuk mempromosikan kerja domestik dan agenda global,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *