Darurat Corona, RI Perlu Terapkan Kondisi ‘Seperti Lockdown’

Darurat Corona, RI Perlu Terapkan Kondisi 'Seperti Lockdown'

Darurat Corona, RI Perlu Terapkan Kondisi ‘Seperti Lockdown’

Darurat Corona, RI Perlu Terapkan Kondisi ‘Seperti Lockdown’ – Cina dan Italia tersebut menyerukan berhasil mengurangi transmisi virus Corona. Kedua negara menerapkan kuncian. Jika tidak lockdown, Indonesia dianggap menerapkan istilah-istilah seperti “kuncian” Repulse Covid-19. Berikut titik.
Epidemiologi doktor lulusan dari University of California di Los Angeles, Pandu Riono menjelaskan. Lockdown di Indonesia adalah istilah “karantina” daerah. Daerah karantina bertujuan untuk mengurangi tingkat penularan wabah. Namun lockdown tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus disertai dengan langkah-langkah untuk perawatan kesehatan.

“Tujuan dari Jika kuncian terus melakukan jika disertai dengan perawatan kesehatan? Sementara hasilnya adalah sama, area karantina lebih rendah sehingga tingkat transmisi. “Kata Pandu Riono mengatakan kepada AFP, Jumat (2020/03/20).

pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah tes besar-besaran Corona, isolasi orang yang terinfeksi, dan perawatan.

“Jika kombinasi ini dilakukan, efeknya jauh lebih baik daripada sel isolasi,” kata Pandu.

Pelaksanaan jarak sosial (keeping jarak) harus ditingkatkan, warga layanan darurat Corona harus tinggal di rumah kecuali ada kebutuhan yang benar-benar mendesak. negara perlu secara khusus melarang acara pengumpulan massa, untuk alasan apapun, termasuk agama.

Korban tewas virus Corona di Jakarta, Banten dan Jawa Barat telah meningkat, jumlah kematian akibat semua 19 nasional Covid juga meningkat. Sekarang ada 31 kematian Covid-19 di seluruh Indonesia.
BACA JUGA : Data Terbaru Corona Terkait Indonesia 20 Maret 2020

Selain itu, Indonesia harus membatasi masuknya orang asing ke negara itu. 14 hari karantina diterapkan ketika seorang warga yang kembali dari negara yang terkena Corona. Bahkan, Kementerian Luar Negeri juga menerapkan kebijakan ini. Kementerian Luar Negeri dilarang delapan wisatawan negara memasuki wilayah negara Republik Indonesia dari hari ini, delapan negara yang Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris. kunjungan tanpa visa dari semua negara telah menangguhkan bulan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *