Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Corona

Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Virus CoronaCeko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Virus Corona

Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Corona

Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Corona – Republik Ceko telah melalui periode terburuk dari wabah virus Corona (COVID-19). Sekarang, Ceko mulai bangkit lagi setelah berhasil berhenti dan mengontrol penyebaran COVID-19.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2020/08/04) Menteri Kesehatan Vojtech Adam mengatakan bahwa Republik sedang mempersiapkan untuk memulai kembali hidup normal. Proses ini dilakukan secara bertahap.

“Kami dapat siap untuk secara bertahap kembali ke kehidupan normal,” kata Menteri Adam Vojtech kepada wartawan sambil memberitahu mengenai Main Casino Tanpa Deposit.

“Kami tentu telah melewati yang terburuk. Pada saat yang sama, kami telah berhasil rumah sakit melindungi dan unit perawatan intensif yang masih memiliki cadangan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pihak berwenang Republik dilaporkan ada 195 kasus baru infeksi Corona, Selasa (7/4). Angka kasus turun dari total 375 kasus pada 27 Maret, yang bisa disebut puncak fase di Republik Ceko.

Pada hari yang sama, Republik Ceko tercatat paling tinggi 7434 tes Corona. Lebih dari 5.000 tes dilakukan pada 27 Maret.

“Data terakhir menunjukkan sebuah terobosan dalam tren. Ini merupakan sinyal jelas bahwa … penyebaran penyakit sulit dikendalikan telah dihentikan,” kata Ladislav Dusek, kepala Institut Informasi Kesehatan dan Statistik Republik.

Dusek mengatakan bahwa pada Selasa (7/4), jumlah kasus yang dikonfirmasi COVID-19 mencapai 5,1 persen dari total tes yang dilakukan. Ini diikuti penurunan yang stabil dari 6,7 persen pada akhir Maret.

“Jumlah pasien baru rawat inap harian kira-kira sama,” kata Dusek.

Dia menambahkan bahwa sekitar 13-15 persen dari mereka yang dites positif memerlukan rawat inap.

Untuk catatan, untuk membendung penyebaran virus, pemerintah Republik telah menutup perbatasan. Sebagian besar toko-toko, semua pub, bioskop dan teater ditutup pada pertengahan Maret.

Pada saat itu, Dusek menjelaskan setiap orang mampu menularkan Republik 2,64 orang. Namun jumlah itu turun menjadi sekitar 1 karena aksi perbatasan kebijakan penutupan.

Para pejabat juga memerintahkan laki-laki untuk memakai masker saat keluar. Mereka juga membatasi pertemuan yang paling umum untuk dua orang. Namun, pada Senin (6/4), mereka mulai melonggarkan beberapa kebijakan, seperti awal untuk membuka beberapa toko dan melonggarkan harus memakai masker untuk olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *